Day-130
Biba: Drama Potty Training
Akhirnya yang ibu takutin dalam masa potty training Biba terjadi juga.
Biba pup di rumah tetanggaa, hiks hiks.
Entah kenapa siang tadi dia nggak bilang. Padahal di situ ada ibu, ada juga si tante (tetangga yang terasnya kebagian jackpotnya Biba). Kalau menurut analisa ibu sih karena dia dalam posisi duduk motekin tangkai cabai merah (fyi tante ini jualan seblak), dan dia bingung mau ngomongnya gimana. Akhirnya sambil sorry sorry, ibu bersihin deh terasnya dengan ikhlas.
Oiya, soal potty trainingnya Biba. Alhamdulillah wa syukurillah, ibu nggak mengalami kendala yang bagaimana. Malah ibu bangga banget sama Biba! Cuma butuh sekitar 3 hari untuk di training (read: nggak dipakaikan pospak seharian, dan dibiarkan ngompol untuk mengetahui frekuensi pipisnya), sambil tiap saat diingatkan bahwa klo pipis harus di kamar mandi. Neranginnya pakai cara yang lucu, supaya Biba jadi ingat. Tapi ini juga nggak terlalu mulus langsung bisa. Iyalah. Harus persisten dan sabar.Pertama kali redaksi yang ibu kasih ke Biba gini:
Biba, kalau pipis bilang ke ibu ya.
Result: Setelah pipis, baca: ngompol, baru dia bilang. Hahaha.
Akhirnya redaksinya kita ganti:
Biba, kalau mau pipis, buka celana, terus lari ke kamar mandi ya (sambil dipraktekin gaya orang lari)
Result: berhasil! sambil praktekin gaya ibu, Biba bisa pipis di kamar mandi.
Tapi masalah belum kelar, tiap tidur siang dan malam, Biba masih pakai pospak. Karena tiap bangun tidur dia pasti pup. Satu lagi, Biba masih nyebut pipis dengan pup. Jadi kadang suka deg-degan kalau dia bilang, Bu, ee...karena itu either dia pipis aja atau eman mau pup beneran. Hihihi.
Bita: Balada Anak Bau Tangan
The best moment on earth is when your baby sleeping while breastfeeding.
Ini serius. Rasanya kaya abis ngejuarain kompetensi apa gitu. Senang, lega, dan bahagia. Sebenarnya ibu gak akan sedrama ini kalau kondisi Bita seperti sekarang. Ceritanya minggu-minggu kemarin asi ibu seret. Setiap nyusu Bita ngamuk karena asi nggak sederas biasanya. Emak-emak menyusui pasti berasa deh perbedaan saat asi dirasa cukup dan saat nggak. Emang sih katanya harus keep perspective, positive thinking kalau asi cukup maka asi akan cukup. Nyatanya nggak semudah itu loh di lapangan dan kekuatan pikiran aja nggak cukup hiks.
Dalam masa ngamuk-ngamuk karena asi seret inilah, Bita jadi lebih sering digendong kalau tidur, dan ngemut tangan juga. Pernah dia lebih milih ngemut daripada puting ibunya hiks. Next time bakal ibu tulis deh cerita jadi pejuang ASI ini.
Sebenarnya Bita ini dari lahir jarang digendong loh. Bayinya anteng banget. Tidur mulu. Sampe agak kuning karena kurang jemur dan dia males nyusu. Harus dibangunin atau dikilik-kilik dulu.
Tapi sekarang....
Tiap mau tidur harus ngamuk dulu. Serba salah aja buat Bita. Digendong posisinya harus pas sesuai hati dia. Kalau nggak cocok, udah digendong masih juga nangis. Di taro di ayunan? Kadang mau kadang enggak. Di goyang-goyang di kaki udah ga mempan. Pakai gendongan kain? Boro-boro. Dan yang lebih menguji kesabaran ibu bapaknya adalah...kita nggak boleh diem di satu tempat dong, harus bergerak terus. Kalau perlu joget sekalian. Masya Allah kadang sampai bingung menjurus emosi jiwa kalau udah begini. Harus sabaf pisan. Lagipula dia kan masih bayi juga.
Makanya, udah dua hari ini Bita tidur pas menyusui rasanya bahagia banget. Pikiran ibu sih karena dia kenyang jadi bobonya di gendongan ibu deh. Alhamdulillah.
Akhirnya yang ibu takutin dalam masa potty training Biba terjadi juga.
Biba pup di rumah tetanggaa, hiks hiks.
Entah kenapa siang tadi dia nggak bilang. Padahal di situ ada ibu, ada juga si tante (tetangga yang terasnya kebagian jackpotnya Biba). Kalau menurut analisa ibu sih karena dia dalam posisi duduk motekin tangkai cabai merah (fyi tante ini jualan seblak), dan dia bingung mau ngomongnya gimana. Akhirnya sambil sorry sorry, ibu bersihin deh terasnya dengan ikhlas.
Oiya, soal potty trainingnya Biba. Alhamdulillah wa syukurillah, ibu nggak mengalami kendala yang bagaimana. Malah ibu bangga banget sama Biba! Cuma butuh sekitar 3 hari untuk di training (read: nggak dipakaikan pospak seharian, dan dibiarkan ngompol untuk mengetahui frekuensi pipisnya), sambil tiap saat diingatkan bahwa klo pipis harus di kamar mandi. Neranginnya pakai cara yang lucu, supaya Biba jadi ingat. Tapi ini juga nggak terlalu mulus langsung bisa. Iyalah. Harus persisten dan sabar.Pertama kali redaksi yang ibu kasih ke Biba gini:
Biba, kalau pipis bilang ke ibu ya.
Result: Setelah pipis, baca: ngompol, baru dia bilang. Hahaha.
Akhirnya redaksinya kita ganti:
Biba, kalau mau pipis, buka celana, terus lari ke kamar mandi ya (sambil dipraktekin gaya orang lari)
Result: berhasil! sambil praktekin gaya ibu, Biba bisa pipis di kamar mandi.
Tapi masalah belum kelar, tiap tidur siang dan malam, Biba masih pakai pospak. Karena tiap bangun tidur dia pasti pup. Satu lagi, Biba masih nyebut pipis dengan pup. Jadi kadang suka deg-degan kalau dia bilang, Bu, ee...karena itu either dia pipis aja atau eman mau pup beneran. Hihihi.
Bita: Balada Anak Bau Tangan
The best moment on earth is when your baby sleeping while breastfeeding.
Ini serius. Rasanya kaya abis ngejuarain kompetensi apa gitu. Senang, lega, dan bahagia. Sebenarnya ibu gak akan sedrama ini kalau kondisi Bita seperti sekarang. Ceritanya minggu-minggu kemarin asi ibu seret. Setiap nyusu Bita ngamuk karena asi nggak sederas biasanya. Emak-emak menyusui pasti berasa deh perbedaan saat asi dirasa cukup dan saat nggak. Emang sih katanya harus keep perspective, positive thinking kalau asi cukup maka asi akan cukup. Nyatanya nggak semudah itu loh di lapangan dan kekuatan pikiran aja nggak cukup hiks.
Dalam masa ngamuk-ngamuk karena asi seret inilah, Bita jadi lebih sering digendong kalau tidur, dan ngemut tangan juga. Pernah dia lebih milih ngemut daripada puting ibunya hiks. Next time bakal ibu tulis deh cerita jadi pejuang ASI ini.
Sebenarnya Bita ini dari lahir jarang digendong loh. Bayinya anteng banget. Tidur mulu. Sampe agak kuning karena kurang jemur dan dia males nyusu. Harus dibangunin atau dikilik-kilik dulu.
Tapi sekarang....
Tiap mau tidur harus ngamuk dulu. Serba salah aja buat Bita. Digendong posisinya harus pas sesuai hati dia. Kalau nggak cocok, udah digendong masih juga nangis. Di taro di ayunan? Kadang mau kadang enggak. Di goyang-goyang di kaki udah ga mempan. Pakai gendongan kain? Boro-boro. Dan yang lebih menguji kesabaran ibu bapaknya adalah...kita nggak boleh diem di satu tempat dong, harus bergerak terus. Kalau perlu joget sekalian. Masya Allah kadang sampai bingung menjurus emosi jiwa kalau udah begini. Harus sabaf pisan. Lagipula dia kan masih bayi juga.
Makanya, udah dua hari ini Bita tidur pas menyusui rasanya bahagia banget. Pikiran ibu sih karena dia kenyang jadi bobonya di gendongan ibu deh. Alhamdulillah.
Comments
Post a Comment