Day-131: Smackdown..!
Hari ini Biba di smackdown sama anak tetangga!
Maaf, ini postingan emosi jiwa.
Sebut saja namanya Bunga.
Kronologisnya. Bunga ajak Biba main. Tumben-tumbenan keluar dari area rumah, Bunga nutup gerbang. Ibu udah smell something fishy nih. Jadi ibu tetep berdiri si depan pintu dan ngawasin dari jauh. Rupanya Bunga ini tau dicurigain. Akhirnya dia bawa Biba ke samping rumah yang nggak keliatan dari pandangan ibu. Baru sedetik ibu balik ke rumah, langsung kedengeran suara tangisan.
Biba diapain..???!!
Ibu langsung lari dan mendapati Bunga lagi coba ngecomfort Biba supaya diem. Kasarnya, devil turns into angel gitu. Enak aja, emang gue bisa dibohongin! Bunga yang ketakutan karena langsung dikronfrontir ibu dan tetangga sebelah, cuma bisa diem, tapi anehnya dia tetep natap mata kita kaya nggak punya salah. Pas Bunga nggak ada ibu tanya ke teman main Biba yang tadi jadi saksi mata, dan katanya, Bunga nge-smackdown Biba. Caranya, lehernya dipiting sampai Biba jatuh. Temannya ini udah ngelarang, tapi sama Bunga tetep aja dipiting.
Sorry to say. Ternyata ada loh anak yang agak kriminil begini.
Bunga tahun ini masuk SD, tapi dia masih belum tahu mana yang boleh dilakuin sama yang enggak. Sikapnya ke orang yang lebih tua, dan ke yang lebih muda. Dan smackdown??? Anak perempuan mana yang tahu-tahu adegan gulat kasar itu? Padahal dia sekolah. Sedangkan temannya yang tadi belain Biba, nggak sekolah, karena belum ngurus akte kelahiran.
Jadi, menurut hemat ibu, karakter seseorang tidak dijamin dari pendidikannya. Semua berawal dari rumah! Karena di sekolah nggak mungkin dong diajarin smackdown, cheating, lying. Mau nggak mau ibu harus ngasih red card ke orang tuanya Bunga. Karena mereka lah yang paling bertanggung jawab atas terbentuknya sifat dan karakter si Bunga ini.
Itu berarti juga, ibu semakin menyadari bahwa tugas menjadi ibu di zaman serba serbi ini jadi semakin berat.
Ya Allah. Semoga kami bisa menjaga amanah-Mu.
Maaf, ini postingan emosi jiwa.
Sebut saja namanya Bunga.
Kronologisnya. Bunga ajak Biba main. Tumben-tumbenan keluar dari area rumah, Bunga nutup gerbang. Ibu udah smell something fishy nih. Jadi ibu tetep berdiri si depan pintu dan ngawasin dari jauh. Rupanya Bunga ini tau dicurigain. Akhirnya dia bawa Biba ke samping rumah yang nggak keliatan dari pandangan ibu. Baru sedetik ibu balik ke rumah, langsung kedengeran suara tangisan.
Biba diapain..???!!
Ibu langsung lari dan mendapati Bunga lagi coba ngecomfort Biba supaya diem. Kasarnya, devil turns into angel gitu. Enak aja, emang gue bisa dibohongin! Bunga yang ketakutan karena langsung dikronfrontir ibu dan tetangga sebelah, cuma bisa diem, tapi anehnya dia tetep natap mata kita kaya nggak punya salah. Pas Bunga nggak ada ibu tanya ke teman main Biba yang tadi jadi saksi mata, dan katanya, Bunga nge-smackdown Biba. Caranya, lehernya dipiting sampai Biba jatuh. Temannya ini udah ngelarang, tapi sama Bunga tetep aja dipiting.
Sorry to say. Ternyata ada loh anak yang agak kriminil begini.
Bunga tahun ini masuk SD, tapi dia masih belum tahu mana yang boleh dilakuin sama yang enggak. Sikapnya ke orang yang lebih tua, dan ke yang lebih muda. Dan smackdown??? Anak perempuan mana yang tahu-tahu adegan gulat kasar itu? Padahal dia sekolah. Sedangkan temannya yang tadi belain Biba, nggak sekolah, karena belum ngurus akte kelahiran.
Jadi, menurut hemat ibu, karakter seseorang tidak dijamin dari pendidikannya. Semua berawal dari rumah! Karena di sekolah nggak mungkin dong diajarin smackdown, cheating, lying. Mau nggak mau ibu harus ngasih red card ke orang tuanya Bunga. Karena mereka lah yang paling bertanggung jawab atas terbentuknya sifat dan karakter si Bunga ini.
Itu berarti juga, ibu semakin menyadari bahwa tugas menjadi ibu di zaman serba serbi ini jadi semakin berat.
Ya Allah. Semoga kami bisa menjaga amanah-Mu.
Comments
Post a Comment