Life In The Time of Corona
Halo Ahla & Cia, juga cucu masa depanku.
Sudah hampir 7 bulan, dunia tengah berjuang memulihkan dirinya dari pandemi Covid19.
Begitu juga dengan keluarga kecil kita.
Pada skala berapa rasanya ibu ingin berteriak?
100? Ah, seribu mungkin. Tapi di masa-masa frustrasi itu, tentu saja ada juga masa-masa penuh tawa dan Bahagia.
Kehidupan itu terasa begitu rapuh ketika kita tidak berpegang pada yang Maha Kuat.
Hal-hal yang dulu terasa penting, ternyata bisa juga kita tidak jadikan prioritas utama.
Tapi kita sesekali merindukan banyak hal,
Itu tak mengapa.
Kita semua memahami, bahwa resistensi adalah hak pribadi.
Kita memelihara rindu untuk membuat api hidup kita tetap menyala.
Pandemi, mungkin membuat kita lebih berpikir sederhana,
Setidaknya buat ibu,
Sinar matahari, tanah tak bertuan, dan satu tempat untuk selalu Bersama.
Mari kita kembali mulai bercerita 😊
| Don't forget to wear your mask! |
Comments
Post a Comment