Ahla & Cia Nature Play Journey
So,
here we go!
Our first
story.
Jadi ceritanya,
kita (baca: ibu) sedang menyederhanakan sesi bermain belajar kami di rumah.
Sebenarnya penyederhanaan ini bukan tanpa alasan sih. Beberapa waktu lalu aku
sempat dikasih kesempatan untuk mengandung yang ke-4, tapi qadarullah janin
tidak berkembang sehingga harus dikeluarkan di usia 2,5 bulan.
Nah, di
masa-masa ngidam yang super payah berlanjut dengan kuretase dan setelahnya, otomatis
jadi tidak bisa optimal bikin rencana belajar anak-anak karena jadwal harian
yang berantakan semua.
Alhamdulillah-nya
diantara masa-masa hectic itu masih bisa minta tolong jaga anak-anak
sama keluarga, terutama ketika harus bolak-balik rumah sakit. Setelah mulai pulih,
ceritanya mau back on the track nih…
Ceritanya
loh haha.
Tapi
ternyata memulai itu kan selalu sulit ya. Eh pas kebetulan di Instagram ketemu
akun @quranbasedplay. Di sana ada panduan aktivitas anak-anak berdasarkan
ayat-ayat Al-Qur’an. Udah lama banget nyari aktivitas yang seperti ini. Dulu sempat
ngulik-ngulik sendiri, tapi ternyata ilmu ku belum sampai secanggih itu, hehe.
Selama
beberapa minggu hanya jadi silent reader, akhirnya mulai juga mengajak
anak-anak main bersama. Ternyata banyak banget ibu-ibu kreatif yang direpost
sama akun @quranbasedplay dan postingannya sangat menginspirasi.
Yang paling
aku suka juga, akun tersebut mengencourage kita untuk memanfaatkan
bahan-bahan alam yang ada di sekitar kita. Di masa pandemik seperti ini, alam
dan tempat terbuka mungkin jadi satu-satunya tempat yang paling berharga karena
relatif cukup aman untuk dieksplorasi anak-anak.
Setelah beberapa
kali mereconnect diri (meskipun belum seutuhnya) dengan alam, ternyata rasanya
sangat menyenangkan dan melegakan hati. Padahal kita nggak buat alat main yang
fancy-fancy, cuma memperhatikan tumbuhan dan pepohonan, megang dan merasakan
tekstur daun, mencari bunga jatuh. Kalau beruntung melihat kadal lari-larian,
lebah, laba-laba, ayam yang lagi bersahut-sahutan sambil mencari makan di
tanah, dan tentu saja favorit mereka, main sama kucing.
Asli, kegiatan
ini buatku hanya mengandalkan imajinasi. Tapi karena dikorelasikan dengan ayat
Al-Qur’an, rasanya jadi lebih tenang dan bermakna.
Simpel,
sederhana, tapi hati damai.
Nah. Mumpung masih bisa bercengkrama dengan alam sebelum kembali ke Jakarta, kayaknya kita bakal memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya.
Penasaran
nggak sama kegiatan kita bertiga reconnect sama alam?
Simak perjalanan kecil kita di sini ya:
Nature Journal #1: Banana Tree
| Totoro 👀 |
Comments
Post a Comment